Piloereksi adalah kontraksi involunter otot-otot kecil yang menempel di dasar folikel rambut, menyebabkan rambut atau bulu pada kulit berdiri tegak. Dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai "merinding", meski nama itu tidak sepenuhnya tepat secara anatomi.
Otot yang bertanggung jawab disebut arrector pili, yaitu otot polos yang bekerja di luar kendali sadar. Ketika sistem saraf simpatis mengirim sinyal, otot ini berkontraksi dan menarik folikel rambut sehingga rambut tegak, sekaligus menciptakan tonjolan kecil pada permukaan kulit yang disebut cutis anserina atau dalam bahasa populer disebut "kulit angsa."
Respons ini dipicu oleh dua kondisi utama: suhu dingin dan respons emosional intens seperti rasa takut, kagum, atau terharu. Pada mamalia berbulu lebat, piloereksi berfungsi nyata karena bulu yang berdiri memerangkap lapisan udara untuk insulasi panas, atau membuat tubuh terlihat lebih besar saat menghadapi ancaman. Pada manusia, fungsi fisik ini hampir hilang sepenuhnya karena rambut tubuh kita terlalu tipis, sehingga piloereksi lebih banyak dipandang sebagai respons vestigial, warisan evolusi dari leluhur berbulu.
Dalam konteks emosional, piloereksi yang dipicu musik, pemandangan indah, atau momen haru memiliki nama tersendiri yaitu frisson. Kondisi ini melibatkan pelepasan dopamin di otak, yang menjelaskan mengapa sensasinya terasa menyenangkan, bahkan adiktif bagi sebagian orang.
Piloereksi juga bisa muncul sebagai gejala kondisi medis tertentu, termasuk sindrom putus obat dan beberapa gangguan neurologis, sehingga konteks kemunculannya penting untuk dibedakan dari respons normal.
Istilah Terkait
Arrector Pili Sistem Saraf Simpatis Cutis Anserina Frisson Respons Vestigial Dopamin Folikel Rambut
Artikel Terkait