Frisson adalah sensasi merinding singkat yang muncul sebagai respons terhadap rangsangan emosional, paling sering dipicu oleh musik, namun juga bisa oleh puisi, pidato yang kuat, atau momen haru yang mendalam. Kata ini berasal dari bahasa Prancis yang berarti "menggigil" atau "gemetar."
Secara biologis, frisson adalah bentuk khusus dari piloereksi, yaitu kontraksi involunter otot arrector pili yang menyebabkan bulu kulit berdiri. Bedanya, frisson tidak dipicu oleh suhu dingin atau ancaman fisik, melainkan murni oleh pengalaman estetis atau emosional yang intens.
Mekanisme di balik frisson melibatkan pelepasan dopamin di area otak yang terkait dengan sistem reward, terutama nucleus accumbens. Inilah yang menjelaskan mengapa frisson terasa menyenangkan, bahkan adiktif. Otak memperlakukan momen emosional yang sangat kuat seolah-olah itu adalah hadiah nyata.
Tidak semua orang mengalami frisson dengan frekuensi yang sama. Penelitian menunjukkan sekitar 55–86% populasi pernah merasakannya, dan mereka yang lebih sering mengalaminya cenderung memiliki koneksi lebih kuat antara korteks auditori dan area pemrosesan emosi di otak. Sifat keterbukaan terhadap pengalaman baru juga berkorelasi positif dengan intensitas frisson.
Frisson adalah contoh menarik bagaimana sistem saraf simpatis, yang biasanya aktif dalam situasi ancaman, justru bisa diaktifkan oleh keindahan. Ini menjadikan frisson unik di antara respons tubuh manusia: sebuah mekanisme purba yang diadaptasi untuk merespons seni dan emosi kompleks, bukan sekadar bahaya.
Istilah Terkait
Artikel Terkait