Respons vestigial adalah reaksi atau struktur tubuh yang diwariskan dari leluhur namun sudah kehilangan fungsi utamanya pada manusia modern. Istilah ini berasal dari kata Latin vestigium yang berarti "jejak" — sebuah sisa dari masa lalu evolusi yang masih hadir meski tidak lagi diperlukan.
Salah satu contoh paling dikenal adalah piloereksi atau merinding. Pada leluhur manusia yang berbulu lebat, bulu yang berdiri berfungsi untuk insulasi panas dan intimidasi musuh. Pada manusia modern dengan rambut tubuh yang jauh lebih tipis, fungsi itu hampir hilang sepenuhnya — namun otot arrector pili tetap berkontraksi setiap kali sistem saraf simpatis aktif.
Contoh lain respons vestigial pada manusia antara lain refleks menggenggam pada bayi baru lahir, yang pada primata berfungsi untuk berpegangan pada bulu induknya. Ada juga kemampuan sebagian orang untuk menggerakkan otot telinga, warisan dari nenek moyang yang perlu memutar telinga untuk mendeteksi arah suara ancaman.
Secara anatomi, struktur vestigial yang paling terkenal adalah tulang ekor atau coccyx, sisa dari tulang ekor leluhur berkaki empat. Gigi bungsu juga termasuk dalam kategori ini, dulunya dibutuhkan untuk mengunyah makanan kasar namun kini sering menyebabkan masalah karena rahang manusia modern sudah menyusut.
Kehadiran respons dan struktur vestigial adalah salah satu bukti terkuat teori evolusi. Tubuh manusia tidak dirancang dari nol, melainkan dimodifikasi secara bertahap dari bentuk leluhur yang jauh berbeda. Sisa-sisa masa lalu itu tetap terbawa, menjadi semacam catatan sejarah biologis yang tersimpan di dalam tubuh kita.
Istilah Terkait
Piloereksi Arrector Pili Sistem Saraf Simpatis Fight or Flight