Kenapa Otak Bisa Mendengar Suara Saat Kondisi Sepi Total?

Ilustrasi suara samar di keheningan total otak


Pernahkah kamu berada di tempat yang sangat sunyi—sendirian di malam hari atau jauh dari keramaian—lalu merasa mendengar suara samar? Bisa berupa bisikan, dengungan, atau seperti ada yang memanggil nama, padahal tidak ada siapa-siapa. Fenomena ini cukup umum dan memiliki penjelasan ilmiah.

Apakah Ini Halusinasi?

Secara teknis, ini termasuk halusinasi auditori ringan. Namun, hal ini tidak selalu berkaitan dengan gangguan mental serius. Orang yang sehat secara psikologis pun bisa mengalaminya, terutama dalam kondisi tertentu seperti keheningan ekstrem.

Mengapa Otak Menciptakan Suara di Keheningan?

Otak manusia terbiasa menerima rangsangan suara terus-menerus. Saat lingkungan menjadi terlalu sunyi, otak justru meningkatkan kewaspadaan dan sensitivitasnya.

Otak Tidak Suka Kekosongan — Ketika tidak ada suara eksternal, otak mulai “mencari” sinyal lain sebagai bentuk antisipasi bahaya.

Amplifikasi Sinyal Internal — Dalam keheningan, otak dapat memperkuat suara internal seperti detak jantung, aliran darah, kontraksi otot kecil, hingga aktivitas saraf pendengaran.

Peran Tinnitus

Tinnitus adalah sensasi dengungan atau dering tanpa sumber suara eksternal. Kondisi ini menjadi lebih terasa di tempat sunyi. Bahkan orang tanpa tinnitus kronis bisa mengalami sensasi serupa dalam keheningan total.

Pareidolia Auditori

Otak manusia cenderung mencari pola. Dalam kondisi suara yang samar atau acak, otak bisa menafsirkannya sebagai suara bermakna, seperti langkah kaki atau seseorang memanggil nama kita.

Faktor yang Memperparah

Beberapa kondisi dapat membuat fenomena ini lebih terasa, seperti kurang tidur, stres, kecemasan, isolasi sosial, konsumsi kafein berlebihan, atau gangguan pada telinga.

Eksperimen Ruangan Super Sunyi

Penelitian di ruangan kedap suara total menunjukkan bahwa hampir semua orang mulai mendengar suara tubuhnya sendiri setelah beberapa menit. Banyak yang merasa tidak nyaman, menandakan bahwa otak manusia memang tidak dirancang untuk keheningan mutlak.

Kapan Perlu Khawatir?

Fenomena ini umumnya normal. Namun, perlu konsultasi jika suara terdengar jelas dan spesifik, muncul terus-menerus, terasa mengancam, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mengurangi Ketidaknyamanan

Menggunakan suara latar ringan, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres dapat membantu otak tetap rileks di lingkungan sunyi.

Kesimpulan

Mendengar suara di tempat yang sangat sepi biasanya bukan hal berbahaya. Ini adalah mekanisme alami otak yang tetap aktif memantau lingkungan demi keselamatan. Dalam banyak kasus, itu hanyalah otak yang bekerja terlalu waspada.

Lebih baru Lebih lama