Arrector pili adalah otot polos berukuran kecil yang menempel pada dasar setiap folikel rambut di kulit manusia. Nama ini berasal dari bahasa Latin: arrector berarti "yang menegakkan" dan pili berarti "rambut." Fungsi utamanya adalah menarik folikel rambut sehingga rambut berdiri tegak saat otot berkontraksi.
Otot ini bekerja di luar kendali sadar, dikendalikan sepenuhnya oleh sistem saraf simpatis, cabang dari sistem saraf otonom yang aktif saat tubuh menghadapi stres, dingin, atau ancaman. Ketika sinyal simpatis datang, arrector pili berkontraksi dalam hitungan detik, menghasilkan respons yang kita kenal sebagai piloereksi atau merinding.
Saat arrector pili berkontraksi, kulit di sekitar folikel sedikit terangkat membentuk tonjolan kecil yang disebut cutis anserina atau dalam bahasa populer disebut "kulit angsa." Ini terjadi karena otot menarik folikel pada sudut tertentu, mendorong permukaan kulit dari dalam.
Pada mamalia berbulu tebal, fungsi arrector pili sangat nyata: bulu yang berdiri memerangkap udara hangat sebagai insulasi, atau membuat tubuh tampak lebih besar untuk mengintimidasi musuh. Pada manusia, karena rambut tubuh sudah jauh lebih tipis akibat evolusi, fungsi fisik ini hampir tidak lagi efektif, menjadikan arrector pili sebagai salah satu contoh struktur vestigial yang masih aktif namun kehilangan tujuan aslinya.
Arrector pili juga berperan dalam produksi sebum, yaitu minyak alami kulit. Kontraksi otot ini membantu memeras kelenjar sebasea yang berdekatan dengan folikel, mendorong sebum ke permukaan kulit. Dalam konteks ini, arrector pili tidak sepenuhnya kehilangan fungsi biologisnya meski fungsi termal dan pertahanannya sudah tidak relevan bagi manusia modern.
Istilah Terkait
Piloereksi Folikel Rambut Sistem Saraf Simpatis Cutis Anserina Vestigial
Artikel Terkait