Kenapa Manusia Bisa Merinding Tanpa Alasan yang Jelas?


Pernahkah Anda tiba-tiba merasa bulu kuduk berdiri saat mendengar musik yang sangat indah, merasa kedinginan, atau bahkan saat melihat sesuatu yang menyeramkan? Fenomena ini umum disebut merinding, namun secara ilmiah dikenal dengan istilah piloereksi.

Meskipun sekarang merinding terasa seperti reaksi tubuh yang sederhana, ternyata ini adalah warisan dari nenek moyang kita jutaan tahun yang lalu. Mari kita bedah fenomena unik ini.

Apa Itu Piloereksi?

Secara teknis, merinding terjadi ketika otot-otot kecil di dasar setiap helai rambut (otot arrector pili) berkontraksi. Kontraksi ini menyebabkan kulit di sekitar rambut sedikit terangkat, menciptakan tonjolan kecil yang mirip dengan kulit unggas yang bulunya dicabut.

Mengapa Kita Merinding?

Ada beberapa pemicu utama mengapa tubuh manusia melakukan reaksi ini secara otomatis:

  • Respon Terhadap Dingin: Pada mamalia berbulu tebal, merinding berfungsi untuk memerangkap udara di antara bulu sebagai lapisan isolasi agar tubuh tetap hangat. Karena manusia sudah tidak memiliki bulu tebal, fungsi ini kini menjadi sisa evolusi saja.
  • Reaksi "Fight or Flight": Saat merasa takut atau terancam, tubuh melepaskan adrenalin. Pada hewan, merinding membuat mereka terlihat lebih besar dan mengintimidasi lawan. Pada manusia, ini tetap terjadi meskipun kita tidak lagi memiliki bulu untuk "dikembangkan".
  • Hubungan Emosional: Menariknya, manusia juga bisa merinding karena emosi yang kuat, seperti saat mendengarkan lagu favorit, menonton adegan film yang menyentuh, atau momen penuh kemenangan.

Kenapa Bisa Merinding Tanpa Sebab yang Jelas?

Kadang kita merinding meski tidak dingin atau takut. Ini biasanya dipicu oleh ingatan bawah sadar atau perubahan suasana hati yang halus yang merangsang sistem saraf otonom kita. Otak kita bereaksi terhadap stimulasi emosional seolah-olah itu adalah stimulasi fisik.

Fakta Unik: Vestigial Trait

Para ilmuwan mengklasifikasikan merinding sebagai sifat vestigial, yaitu sisa-sisa fungsi tubuh nenek moyang yang sudah tidak lagi berguna secara fungsional bagi manusia modern, mirip seperti tulang ekor atau gigi bungsu.

Kesimpulan

Merinding adalah bukti nyata evolusi manusia yang masih tersisa hingga saat ini. Meskipun kini fungsinya tidak lagi untuk menghangatkan tubuh atau menakuti musuh, fenomena ini tetap menjadi cara unik tubuh kita mengekspresikan intensitas emosi yang sedang kita rasakan.

Lebih baru Lebih lama