Sistem Saraf Simpatis

Sistem saraf simpatis adalah salah satu dari dua cabang utama sistem saraf otonom, yaitu bagian sistem saraf yang bekerja otomatis tanpa kendali sadar. Tugasnya adalah mempersiapkan tubuh menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat: bahaya, stres, atau tantangan fisik. Respons ini sering dikenal dengan istilah fight or flight atau melawan dan melarikan diri.

Ketika sistem saraf simpatis aktif, serangkaian perubahan terjadi serentak di seluruh tubuh: detak jantung meningkat, pupil melebar, aliran darah dialihkan ke otot, pernapasan menjadi lebih cepat, dan keringat mulai diproduksi. Salah satu respons yang juga ikut aktif adalah kontraksi otot arrector pili yang menghasilkan piloereksi atau merinding.

Sistem ini bekerja melalui neurotransmiter utama bernama norepinefrin atau noradrenalin, yang dilepaskan oleh ujung saraf simpatis ke organ target. Selain itu, kelenjar adrenal juga melepaskan epinefrin atau adrenalin ke aliran darah sebagai penguat respons secara menyeluruh.

Pasangan kerja sistem saraf simpatis adalah sistem saraf parasimpatis, yang berfungsi sebaliknya: menenangkan tubuh, memperlambat detak jantung, dan memulihkan kondisi ke keadaan istirahat. Keseimbangan antara keduanya menentukan kondisi fisiologis tubuh dari saat ke saat. Ketidakseimbangan kronis akibat stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan jantung, pencernaan, dan tidur.

Menariknya, sistem saraf simpatis tidak hanya aktif saat ada ancaman nyata. Pengalaman emosional intens seperti mendengar musik yang sangat menyentuh pun bisa memicunya, inilah yang menjelaskan mengapa kita bisa mengalami frisson atau merinding saat terharu, meski tidak ada bahaya sama sekali.