Cutis Anserina

Cutis anserina adalah istilah medis untuk kondisi kulit yang tampak berbintik-bintik kecil menonjol, seperti permukaan kulit unggas yang bulunya baru dicabut. Dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal sebagai "kulit angsa" atau merinding. Nama ini berasal dari bahasa Latin: cutis berarti "kulit" dan anserina berarti "angsa."

Cutis anserina adalah tampilan visual dari proses piloereksi, yaitu ketika otot arrector pili berkontraksi dan menarik folikel rambut ke atas, kulit di sekitarnya ikut terangkat membentuk tonjolan kecil. Setiap tonjolan yang terlihat sebenarnya adalah satu folikel rambut yang sedang ditarik oleh satu otot arrector pili.

Respons ini dipicu oleh sistem saraf simpatis dalam dua kondisi utama: paparan suhu dingin dan rangsangan emosional intens seperti rasa takut, kagum, atau haru. Pada suhu dingin, tujuan biologisnya adalah membantu insulasi karena pada mamalia berbulu, bulu yang berdiri memerangkap udara hangat. Pada manusia, efek ini sudah tidak signifikan karena rambut tubuh terlalu tipis.

Cutis anserina umumnya bersifat sementara dan menghilang begitu rangsangan berhenti. Namun ada kondisi medis bernama keratosis pilaris yang menghasilkan tampilan serupa secara permanen, berupa tonjolan kecil berwarna kemerahan atau putih di kulit, biasanya di lengan atas dan paha. Kondisi ini bukan piloereksi, melainkan penumpukan keratin di folikel rambut, dan tidak berhubungan dengan sistem saraf.

Dalam konteks emosional, cutis anserina yang muncul saat mendengar musik atau momen mengharukan adalah manifestasi fisik dari frisson, yaitu respons estetis yang melibatkan pelepasan dopamin di otak. Ini menjadikan cutis anserina bukan sekadar respons fisik terhadap dingin, tetapi juga penanda biologis dari pengalaman emosional yang dalam.