Pernah melihat seseorang tidur dengan mata terbuka?. Bagi banyak orang, pemandangan ini terasa aneh, menyeramkan, bahkan sering dikaitkan dengan hal mistis. Padahal, fenomena tidur dengan mata terbuka memiliki penjelasan ilmiah yang cukup jelas.
Secara medis, fenomena unik tidur dengan mata terbuka ini dikenal dengan istilah nocturnal lagophthalmos, sebuah kondisi di mana kelopak mata tidak bisa menutup rapat saat terlelap.
Apakah Manusia Bisa Tidur dengan Mata Terbuka?
Secara normal, saat kita tertidur, otak akan mengaktifkan refleks penutupan kelopak mata untuk melindungi mata dari cahaya, debu, dan kekeringan. Namun pada sebagian orang, mekanisme ini tidak bekerja secara sempurna. Akibatnya, mata tidak tertutup sepenuhnya meskipun otak sudah masuk ke fase tidur.
Kondisi ini bukan berarti orang tersebut setengah sadar. Dalam banyak kasus, mereka benar-benar tertidur lelap dan baru menyadari matanya terbuka setelah diberi tahu orang lain.
Istilah Medis: Nocturnal Lagophthalmos
Dalam dunia medis, tidur dengan mata terbuka dikenal sebagai nocturnal lagophthalmos. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana kelopak mata tidak bisa menutup sempurna saat tidur.
Diperkirakan sekitar 5–20% orang pernah mengalami kondisi ini, baik secara permanen maupun sesekali. Banyak dari mereka tidak menyadarinya sama sekali karena kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit langsung.
Penyebab Tidur Mata Terbuka
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang tidur dengan mata terbuka:
1. Lemahnya Otot Kelopak Mata
Otot yang bertugas menutup kelopak mata bisa melemah karena faktor bawaan, usia, atau gangguan saraf wajah. Jika otot ini tidak bekerja optimal, mata bisa tetap terbuka saat tidur.
2. Faktor Genetik
Tidur dengan mata terbuka sering ditemukan dalam satu garis keluarga. Jika orang tua atau saudara dekat mengalaminya, kemungkinan kamu juga bisa mengalami hal serupa.
3. Kelelahan dan Kurang Tidur
Saat tubuh sangat lelah, otak bisa “tertidur” lebih cepat daripada sistem saraf lainnya. Akibatnya, koordinasi untuk menutup kelopak mata tidak berjalan sempurna.
4. Stres dan Gangguan Tidur
Stres berat, insomnia, sleepwalking, atau gangguan tidur tertentu dapat mengganggu transisi tidur normal, termasuk refleks penutupan mata.
5. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi seperti Bell’s palsy, stroke ringan, atau gangguan saraf wajah dapat menyebabkan kelopak mata sulit menutup sepenuhnya.
Bedanya Tidur Mata Terbuka dan Ketindihan
Kedua fenomena ini sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal berbeda:
- Tidur mata terbuka: otak tidak sadar, tubuh rileks, hanya kelopak mata yang terbuka.
- Ketindihan (sleep paralysis): otak sadar, tubuh lumpuh, mata biasanya terbuka dan disertai rasa takut.
Perbedaan utama ada pada kesadaran. Orang tidur mata terbuka tidak mengalami halusinasi atau rasa tertekan seperti pada ketindihan.
Apakah Tidur Mata Terbuka Berbahaya?
Dalam kebanyakan kasus, tidur dengan mata terbuka tidak berbahaya. Namun, ada beberapa risiko ringan jika terjadi terus-menerus:
- Mata kering
- Iritasi atau rasa perih saat bangun tidur
- Mata sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan kabur sementara
Jika sering terbangun dengan mata terasa kering atau nyeri, sebaiknya mulai memperhatikan kondisi ini.
Mengapa Terlihat Menyeramkan?
Secara psikologis, manusia mengasosiasikan mata terbuka dengan kesadaran. Ketika melihat seseorang dengan mata terbuka tapi tidak merespons, otak kita mengalami konflik persepsi. Inilah yang memicu rasa tidak nyaman atau takut.
Efek ini diperkuat oleh budaya dan cerita mistis, sehingga tidur mata terbuka sering dianggap sebagai tanda kerasukan, mimpi buruk ekstrem, atau fenomena gaib.
Mitos dan Kepercayaan Budaya
Di Indonesia, tidur dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan makhluk halus atau “jiwa yang belum sepenuhnya kembali”. Di beberapa budaya lain, kondisi ini dianggap sebagai pertanda seseorang sedang bermimpi keras atau berada di antara dua alam.
Namun, sains menjelaskan bahwa ini murni fenomena biologis, bukan kejadian supranatural.
Cara Mengurangi Tidur Mata Terbuka
Jika kondisi ini mulai mengganggu, beberapa langkah sederhana bisa membantu:
- Tidur cukup dan teratur
- Kurangi stres sebelum tidur
- Jaga kelembapan kamar tidur
- Gunakan penutup mata (sleep mask)
- Konsultasi ke dokter jika sering mengalami mata kering atau iritasi
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi jika tidur mata terbuka disertai:
- Mata nyeri atau merah terus-menerus
- Penglihatan menurun
- Wajah terasa lemah atau tidak simetris
Ini bisa menjadi tanda gangguan saraf atau kondisi medis yang perlu penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan
Tidur dengan mata terbuka adalah fenomena nyata dan cukup umum. Meski terlihat aneh dan sering dikaitkan dengan hal mistis, penyebabnya bersifat biologis dan biasanya tidak berbahaya.
Dengan memahami penyebab dan mekanismenya, kita bisa melihat fenomena ini secara lebih rasional. Terkadang, hal yang terlihat menyeramkan hanyalah tubuh manusia yang bekerja sedikit di luar kebiasaan.
