Kenapa Air Laut Asin Tapi Air Sungai Tidak?

Perbandingan air laut dan air sungai menjelaskan mengapa air laut memiliki rasa asin sedangkan air sungai tawar

Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa air laut terasa asin saat tidak sengaja tertelan, tapi air sungai atau danau tidak? Padahal semua air sungai pada akhirnya mengalir ke laut. Dalam studi kelautan, tingkat keasinan ini disebut sebagai salinitas, yang dipengaruhi oleh akumulasi mineral natrium klorida dari daratan selama jutaan tahun."

Dari Mana Asal Garam di Laut?

Rasa asin air laut berasal dari garam mineral, terutama natrium klorida (NaCl) yang sama dengan garam dapur yang kita gunakan sehari-hari. Tapi bagaimana garam ini bisa sampai ke laut?

Prosesnya dimulai dari daratan. Ketika hujan turun, air hujan yang sedikit bersifat asam akan mengikis batuan-batuan di permukaan bumi. Proses pengikisan ini melepaskan berbagai mineral, termasuk natrium dan klorida, yang kemudian larut dalam air. Air hujan yang mengandung mineral ini lalu mengalir ke sungai-sungai, dan akhirnya terbawa ke laut.

Lalu, Kenapa Air Sungai Tidak Ikut Asin?

Pertanyaan bagus! Air sungai sebenarnya juga mengandung mineral yang sama dengan air laut, tapi dalam jumlah yang sangat-sangat kecil sehingga tidak terasa asin di lidah kita.

Perbedaan utamanya adalah air sungai terus mengalir. Mineral yang dibawa air sungai tidak sempat mengendap atau terkonsentrasi karena terus bergerak menuju laut. Konsentrasi mineralnya terlalu rendah untuk bisa kita rasakan.

Sementara itu, laut adalah "tempat penampungan" akhir dari semua mineral yang dibawa air sungai dari seluruh dunia. Selama jutaan tahun, mineral-mineral ini terus-menerus bertambah dan terakumulasi di laut, membuat konsentrasinya semakin tinggi.

Mengapa Garam Tidak Hilang dari Laut?

Setiap hari, air laut menguap karena panas matahari dan membentuk awan. Namun yang menguap hanyalah airnya saja, bukan garamnya! Garam tidak bisa menguap karena titik didihnya sangat tinggi.

Akibatnya, air terus berkurang lewat penguapan, tapi garam tetap tertinggal di laut. Ini seperti ketika kamu merebus air garam di panci - airnya menguap, tapi garam mengendap di dasar panci. Proses inilah yang membuat konsentrasi garam di laut semakin pekat dari waktu ke waktu.

Apakah Laut Sudah Asin Sejak Awal Terbentuk?

Jawabannya adalah tidak. Para ilmuwan memperkirakan bahwa laut purba di masa awal terbentuknya Bumi memiliki kadar garam yang jauh lebih rendah, bahkan mungkin hampir tawar. Seiring berjalannya waktu selama miliaran tahun, mineral dari daratan terus-menerus terbawa ke laut, membuat kadar garamnya bertambah secara bertahap hingga mencapai tingkat seperti sekarang.

Kenapa Tingkat Keasinan Laut Berbeda-Beda?

Tidak semua laut di dunia memiliki kadar garam yang sama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat salinitas (kadar garam) air laut:

Laut tertutup atau semi-tertutup seperti Laut Mati cenderung lebih asin karena air yang menguap tidak tergantikan dengan air tawar yang cukup. Laut Mati bahkan begitu asinnya hingga manusia bisa mengapung dengan mudah tanpa perlu berenang!

Daerah beriklim panas memiliki tingkat penguapan yang lebih tinggi, sehingga konsentrasi garam di permukaannya lebih tinggi. Sebaliknya, daerah kutub dengan penguapan rendah cenderung memiliki air laut yang kurang asin.

Muara sungai besar yang mengalirkan banyak air tawar ke laut akan menurunkan kadar garam di area tersebut. Misalnya, air laut di sekitar muara Sungai Amazon lebih tawar dibanding laut lepas.

Fakta Menarik Tentang Air Laut Asin

Tahukah kamu bahwa air laut tidak hanya mengandung natrium dan klorida saja? Di dalam air laut terdapat lebih dari 30 jenis mineral berbeda, termasuk magnesium, kalsium, dan kalium. Bahkan ada jejak emas terlarut dalam air laut, meskipun jumlahnya sangat kecil!

Kadar garam rata-rata air laut adalah sekitar 35 gram per liter, atau sekitar 3,5%. Artinya, dalam setiap 1 liter air laut, terdapat sekitar 35 gram garam. Kandungan garam inilah yang membuat air laut lebih berat dan lebih mudah untuk mengapungkan benda dibanding air tawar.

Kesimpulan

Jadi, air laut asin karena proses alami yang berlangsung selama jutaan tahun. Air hujan mengikis mineral dari batuan di daratan, membawanya ke sungai, lalu ke laut. Di laut, air menguap tapi garam tetap tertinggal, sehingga konsentrasinya semakin tinggi. Sungai tidak asin karena mineralnya terus mengalir dan tidak sempat terkonsentrasi.

Fenomena sederhana ini sebenarnya adalah bagian penting dari siklus air dan mineral di Bumi yang memengaruhi kehidupan laut, iklim, dan ekosistem planet kita!

Lebih baru Lebih lama