Pernah dengar orang yang bilang warna tertentu terdengar “berisik”, atau kata-kata tertentu terasa pahit di lidah? Kedengarannya aneh, tapi fenomena ini nyata dan dikenal dalam dunia sains sebagai Sinestesia.
Sinestesia bukan gangguan jiwa, bukan juga hal mistis. Ini adalah kondisi neurologis langka di mana indra seseorang saling terhubung secara tidak biasa, sehingga satu rangsangan bisa memicu pengalaman indra lain.
Apa Itu Sinestesia?
Sinestesia adalah fenomena ketika otak memproses satu jenis rangsangan, tetapi secara otomatis memunculkan sensasi tambahan dari indra lain. Pengalaman ini terjadi konsisten dan tidak dibuat-buat oleh penderitanya.
Misalnya, saat melihat angka, seseorang langsung melihat warna tertentu. Atau ketika mendengar kata, ia merasakan rasa manis, pahit, atau asam.
Contoh Fenomena Sinestesia yang Paling Umum
1. Mendengar Warna (Chromesthesia)
Pada jenis ini, warna memicu suara di dalam pikiran. Warna merah bisa terasa seperti suara keras, sementara biru terdengar lembut atau pelan, meski tidak ada bunyi nyata.
2. Melihat Warna dari Angka dan Huruf (Grapheme-Color)
Banyak penderita sinestesia selalu melihat angka dan huruf dengan warna tertentu. Misalnya angka 5 selalu berwarna hijau, atau huruf A selalu merah.
3. Mencicipi Kata-kata (Lexical-Gustatory)
Ada juga orang yang merasakan rasa tertentu saat mendengar atau membaca kata. Nama orang atau kata tertentu bisa terasa asin, manis, atau pahit.
Kenapa Sinestesia Bisa Terjadi?
Penelitian menunjukkan bahwa sinestesia terjadi karena koneksi antar area otak yang terlalu aktif atau tidak terpisah sempurna. Area yang memproses warna, suara, dan rasa saling “berkomunikasi” tanpa batas jelas.
Sama seperti bagaimana lalat memiliki sensor kimiawi yang luar biasa sensitif untuk mendeteksi bau, otak manusia juga memiliki jalur-jalur saraf yang bisa bekerja dengan cara yang sangat spesifik dan tak terduga.
Kondisi ini biasanya muncul sejak kecil dan bersifat bawaan. Banyak orang dengan sinestesia baru menyadari keunikannya setelah dewasa, karena mengira semua orang mengalami hal yang sama.
Apakah Sinestesia Berbahaya?
Tidak. Sinestesia tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan. Bahkan, sebagian orang menganggapnya sebagai kelebihan karena membantu daya ingat, kreativitas, dan imajinasi.
Banyak seniman, musisi, dan penulis terkenal diketahui memiliki sinestesia, karena mereka mampu mengaitkan warna, suara, dan emosi secara unik.
Penutup
Fenomena mendengar warna atau mencicipi kata-kata bukanlah khayalan, melainkan bukti betapa kompleks dan uniknya cara otak manusia bekerja. Sinestesia mengingatkan kita bahwa realitas bisa dirasakan dengan cara yang sangat berbeda oleh setiap orang.
Sinestesia: Kondisi neurologis di mana stimulasi pada satu jalur sensorik atau kognitif menyebabkan pengalaman otomatis dan tidak disengaja pada jalur sensorik atau kognitif kedua.
