Sinestesia adalah kondisi neurologis di mana stimulasi pada satu indra secara otomatis memicu pengalaman dari indra lain yang tidak berhubungan. Seseorang dengan sinestesia tidak hanya memproses rangsangan tunggal, ia mengalaminya secara berlapis: mendengar musik sekaligus melihat warna, membaca kata sekaligus merasakan rasa di lidah, atau melihat angka sekaligus merasakan tekstur tertentu.
Kata sinestesia berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang berarti bersama dan aisthesis yang berarti sensasi. Secara harfiah artinya adalah "sensasi yang tergabung". Kondisi ini bukan imajinasi, bukan halusinasi akibat zat tertentu, dan bukan gangguan mental. Ini adalah variasi neurologis yang dimiliki sejak lahir dan bersifat permanen.
Ciri khas sinestesia yang membedakannya dari sekadar asosiasi kreatif adalah konsistensinya. Pengalaman sensorik yang muncul selalu sama untuk rangsangan yang sama, tidak berubah dari waktu ke waktu, dan terjadi di luar kendali orang yang mengalaminya. Jika huruf R selalu terasa berwarna oranye, ia akan tetap oranye seumur hidup.
Secara neurologis, sinestesia diyakini terjadi karena adanya koneksi silang yang tidak biasa antara area-area otak yang pada kebanyakan orang bekerja secara terpisah. Penelitian pencitraan otak menunjukkan bahwa pada penyinestesia, pemberian rangsangan pada satu area sensorik mengaktifkan area sensorik lain secara bersamaan. Mekanisme ini kemungkinan berkaitan dengan proses pemangkasan sinaptik yang terjadi saat perkembangan otak di masa kecil, di mana sebagian koneksi antar area yang biasanya dipangkas justru tetap aktif.
Diperkirakan sekitar 3 sampai 4 persen populasi dunia memiliki sinestesia dalam berbagai bentuk. Ada lebih dari enam puluh jenis sinestesia yang sudah terdokumentasi, meski yang paling umum dipelajari adalah grapheme-color, chromesthesia, dan lexical-gustatory. Sinestesia juga cenderung diturunkan dalam keluarga, yang mengisyaratkan adanya komponen genetik dalam kondisi ini.
Banyak seniman, musisi, dan penulis terkenal diketahui atau diduga memiliki sinestesia. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kreativitas tinggi karena kemampuan otak untuk menghubungkan informasi dari berbagai indra secara spontan dapat menghasilkan asosiasi dan ide yang tidak biasa. Sinestesia bukan kelemahan yang perlu diobati, melainkan cara kerja otak yang berbeda dan dalam banyak kasus justru menguntungkan.
|
Otak & Psikologi
Fenomena Sinestesia: Saat Warna Bisa Didengar dan Kata Bisa Dicicipi
|
Otak & Psikologi
Fenomena Earworm: Kenapa Lagu Bisa Terjebak di Kepala?
|
|
Otak & Psikologi
Mendengar Suara Saat Sepi Total: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
|
Otak & Psikologi
Otak Bisa Menciptakan Wajah Orang yang Tidak Pernah Ada
|