Paraselen

Paraselen adalah fenomena optik atmosfer berupa penampakan satu atau dua titik cahaya terang yang tampak di sisi kiri dan kanan bulan, pada ketinggian yang sama dengan bulan di langit. Nama ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu para yang berarti di samping dan selene yang berarti bulan. Fenomena ini adalah padanan dari sun dog atau parhelion yang terjadi pada matahari, sehingga paraselen juga sering disebut sebagai moondog atau bulan palsu.

Mekanisme terbentuknya paraselen identik dengan halo matahari dan circumhorizontal arc, yaitu melalui pembiasan cahaya oleh kristal es berbentuk lempengan heksagonal yang melayang hampir horizontal di dalam awan cirrus di ketinggian tinggi. Ketika cahaya bulan melewati sisi vertikal kristal-kristal es ini, cahaya dibiaskan sebesar minimal 22 derajat, dan karena jutaan kristal tersusun dengan orientasi yang hampir seragam, hasil pembiasannya terkumpul pada dua titik di sisi kiri dan kanan bulan.

Paraselen lebih jarang terlihat dibandingkan sun dog meskipun mekanisme pembentukannya sama persis. Penyebab utamanya adalah intensitas cahaya bulan yang jauh lebih lemah dibandingkan cahaya matahari. Bulan purnama sekalipun memancarkan cahaya sekitar 400.000 kali lebih redup dari matahari, sehingga paraselen yang terbentuk seringkali terlalu redup untuk terlihat dengan mata telanjang kecuali dalam kondisi langit yang sangat gelap dan bersih dari polusi cahaya.

Kondisi terbaik untuk mengamati paraselen adalah saat bulan purnama atau mendekati purnama, ketika langit berawan cirrus tipis di ketinggian tinggi, dan lokasi pengamatan jauh dari sumber cahaya buatan. Paraselen paling sering dilaporkan di daerah lintang tinggi seperti Skandinavia, Kanada, dan Siberia, di mana awan cirrus yang mengandung kristal es lebih sering terbentuk dan kondisi langit malam yang gelap lebih mudah didapatkan dibandingkan di daerah tropis.

Seperti sun dog pada matahari, paraselen kadang muncul sebagai bagian dari sistem optik atmosfer yang lebih kompleks, termasuk halo bulan berdiameter 22 derajat yang melingkari bulan secara penuh. Ketika halo bulan dan paraselen muncul bersamaan di langit malam yang jernih, pemandangan yang tercipta sangat memukau dan sering diabadikan oleh para fotografer astrofotografi sebagai salah satu fenomena langit malam paling indah yang bisa diamati dengan mata telanjang.