Halo Matahari

Halo matahari adalah fenomena optik atmosfer berupa lingkaran atau busur cahaya yang tampak mengelilingi matahari di langit. Fenomena ini terbentuk melalui proses yang sama dengan circumhorizontal arc dan berbagai fenomena optik langit lainnya, yaitu pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh kristal es yang tersebar di awan cirrus di ketinggian tinggi. Yang paling umum terlihat adalah halo 22 derajat, sebuah lingkaran cahaya dengan radius sudut sekitar 22 derajat dari matahari.

Kristal es di awan cirrus yang membentuk halo matahari umumnya berbentuk prisma heksagonal. Ketika cahaya matahari memasuki salah satu sisi prisma dan keluar melalui sisi lain dengan sudut tertentu, cahaya mengalami pembiasan yang membelokkannya sebesar minimal 22 derajat. Cahaya yang dibiaskan dari jutaan kristal es yang tersebar secara acak di awan kemudian tampak sebagai lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari pada jarak sudut yang konsisten.

Halo matahari jauh lebih sering terlihat dibandingkan fenomena optik atmosfer lainnya seperti circumhorizontal arc. Diperkirakan halo matahari bisa diamati rata-rata 100 hari dalam setahun di sebagian besar wilayah di dunia, meskipun banyak orang tidak memperhatikannya atau tidak menyadari bahwa fenomena itu sedang terjadi. Halo sering terlihat lebih jelas pada hari-hari ketika langit tampak sedikit berawan tipis dan buram, tanda kehadiran awan cirrus yang tipis di ketinggian tinggi.

Selain halo 22 derajat yang paling umum, ada berbagai jenis halo lainnya yang lebih langka dan lebih kompleks. Halo 46 derajat membentuk lingkaran yang lebih besar dan lebih redup. Sun dog atau parhelion adalah bintik cahaya cerah yang kadang muncul di sisi kiri dan kanan matahari pada ketinggian yang sama. Terdapat pula berbagai busur, pilar, dan pita cahaya yang semuanya merupakan variasi dari fenomena halo berdasarkan orientasi kristal es di awan.

Dalam tradisi berbagai budaya, halo matahari sering dikaitkan dengan pertanda cuaca atau kejadian penting. Di beberapa tradisi petani, kemunculan halo matahari dianggap sebagai tanda bahwa hujan akan segera turun. Menariknya, kepercayaan ini memiliki dasar ilmiah karena awan cirrus yang menghasilkan halo sering menjadi tanda awal datangnya sistem cuaca yang membawa hujan beberapa hari kemudian.