Circumhorizontal Arc

Circumhorizontal arc adalah fenomena optik atmosfer yang menghasilkan pita cahaya berwarna-warni seperti pelangi yang tampak sejajar dengan cakrawala, jauh di bawah matahari. Meskipun tampilannya menyerupai pelangi, proses pembentukannya sangat berbeda. Fenomena ini sering disebut sebagai "pelangi api" karena warnanya yang mencolok dan tampak seperti api yang membara di langit, meski secara ilmiah tidak ada hubungannya dengan api maupun pelangi.

Circumhorizontal arc terbentuk ketika cahaya matahari menembus kristal es berbentuk lempengan heksagonal yang terdapat di awan cirrus di ketinggian tinggi. Cahaya masuk melalui sisi vertikal kristal dan keluar melalui sisi bawahnya, mengalami pembiasan yang memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna lengkap. Proses ini mirip dengan cara prisma memisahkan cahaya, namun terjadi di langit dengan skala yang jauh lebih besar.

Agar circumhorizontal arc bisa terlihat, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi sekaligus. Matahari harus berada pada ketinggian minimal 58 derajat di atas cakrawala, awan cirrus harus ada di posisi yang tepat, dan kristal es di dalam awan tersebut harus tersusun hampir sempurna secara horizontal. Karena syarat-syarat ini jarang terpenuhi bersamaan, fenomena ini tergolong langka, terutama di negara-negara yang terletak di lintang tinggi di mana matahari tidak pernah cukup tinggi di langit.

Di wilayah tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara dan sebagian Amerika Serikat, circumhorizontal arc relatif lebih sering terlihat karena matahari lebih sering mencapai ketinggian yang diperlukan. Namun di Eropa utara dan Skandinavia, fenomena ini hampir tidak pernah terjadi karena posisi matahari yang terlalu rendah sepanjang tahun.

Circumhorizontal arc sering tertukar dengan fenomena optik lainnya seperti pelangi biasa, halo matahari, atau circumzenithal arc yang merupakan saudaranya namun tampak di atas matahari. Perbedaan utamanya terletak pada posisi dan orientasi kemunculannya di langit, serta syarat sudut matahari yang berbeda untuk masing-masing fenomena.