Kenapa Saat Sunyi Total, Pikiran Justru Jadi Lebih Berisik?


Pernah berada di tempat yang sangat sunyi, tapi justru pikiran terasa semakin ramai? Semakin tidak ada suara, semakin banyak hal muncul di kepala.

Fenomena ini sering terjadi saat sendirian, di malam hari, atau di ruangan yang benar-benar tenang.

Otak Tidak Pernah Benar-Benar Diam

Keheningan bukan berarti otak berhenti bekerja.

Saat tidak ada rangsangan dari luar, otak justru mengalihkan fokus ke dalam diri.

Inilah saat pikiran, ingatan, dan imajinasi mulai bermunculan tanpa disaring.

Default Mode Network di Otak

Dalam kondisi tenang, bagian otak yang disebut default mode network menjadi lebih aktif.

Bagian ini berperan dalam refleksi diri, mengingat masa lalu, dan membayangkan masa depan.

Akibatnya, pikiran bisa melompat-lompat tanpa kendali.

Kenapa Terasa Tidak Nyaman?

Banyak orang tidak terbiasa dengan keheningan.

Tanpa distraksi seperti suara atau aktivitas, pikiran yang biasanya ditekan justru muncul ke permukaan.

Hal ini bisa menimbulkan rasa gelisah atau tidak nyaman.

Sunyi dan Kecemasan

Pada sebagian orang, keheningan memperkuat kecemasan.

Otak menjadi lebih peka terhadap pikiran negatif atau kekhawatiran yang belum selesai.

Inilah sebabnya sunyi sering terasa “berisik” secara mental.

Kenapa Meditasi Tidak Mudah?

Banyak orang mengira meditasi berarti mengosongkan pikiran.

Padahal, tujuan meditasi adalah menyadari pikiran tanpa terlibat di dalamnya.

Kesulitan muncul karena otak memang terbiasa aktif.

Kesimpulan

Keheningan tidak membuat pikiran berhenti, justru membukanya.

Saat sunyi total, otak beralih dari dunia luar ke dunia batin.

Fenomena ini bukan kelemahan, melainkan bukti bahwa pikiran manusia selalu bekerja.

Lebih baru Lebih lama