SETI adalah singkatan dari Search for Extraterrestrial Intelligence, sebuah upaya ilmiah terorganisasi untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan peradaban cerdas di luar Bumi. Berbeda dari spekulasi tentang UFO atau kontak alien yang banyak beredar di budaya populer, SETI adalah proyek sains berbasis metodologi yang ketat, menggunakan teleskop radio dan optik untuk memantau alam semesta secara sistematis.
Akar ilmiah SETI dimulai pada tahun 1959 ketika fisikawan Giuseppe Cocconi dan Philip Morrison menerbitkan makalah yang mengusulkan penggunaan gelombang radio pada frekuensi garis hidrogen sebagai medium komunikasi antarperadaban. Setahun kemudian, Frank Drake melaksanakan Project Ozma, upaya pencarian pertama yang menggunakan teleskop radio Green Bank di Virginia untuk memantau dua bintang terdekat selama beberapa bulan. Tidak ada sinyal yang terdeteksi, tapi proyek ini meletakkan fondasi metodologis bagi semua upaya SETI yang mengikutinya.
Frank Drake juga dikenal karena menciptakan persamaan Drake pada tahun 1961, sebuah rumus yang mencoba memperkirakan jumlah peradaban cerdas yang mungkin ada di galaksi kita. Persamaan ini mengalikan serangkaian faktor mulai dari laju pembentukan bintang, fraksi bintang yang memiliki planet, hingga probabilitas munculnya kehidupan dan kecerdasan. Nilai masing-masing faktor masih sangat tidak pasti, sehingga estimasi yang dihasilkan bisa sangat bervariasi, dari satu peradaban hingga jutaan.
Momen paling ikonik dalam sejarah SETI adalah deteksi sinyal Wow! pada Agustus 1977 oleh teleskop radio Big Ear di Ohio State University. Sinyal yang berlangsung selama 72 detik itu muncul tepat pada frekuensi garis hidrogen dengan kekuatan yang jauh melampaui kebisingan latar belakang. Namun sinyal ini tidak pernah terdeteksi kembali meski ratusan upaya observasi lanjutan dilakukan. Statusnya tetap tidak terpecahkan hingga hari ini dan menjadi pertanyaan terbuka paling terkenal dalam sejarah SETI.
SETI modern telah berkembang jauh melampaui pemantauan gelombang radio. Program Breakthrough Listen yang diluncurkan pada 2015 dengan dana lebih dari 100 juta dolar Amerika menjadi upaya SETI terbesar dan paling sistematis dalam sejarah, memantau satu juta bintang terdekat dengan sensitivitas yang jauh melampaui proyek sebelumnya. SETI kini juga mencakup pencarian technosignature, yaitu tanda-tanda teknologi seperti polusi atmosferik, sumber panas buatan, atau modifikasi bintang yang mungkin bisa terdeteksi dengan teleskop generasi mendatang.
|
Misteri & Konspirasi
Sinyal Radio Misterius Wow! yang Tertangkap Sejak 1977
|
Misteri & Konspirasi
Area 51: Antara Fakta Militer Rahasia dan Teori Konspirasi
|
|
Sains & Astronomi
Alam Semesta Mengembang, Tapi ke Mana?
|