Observable universe atau alam semesta yang dapat diamati adalah wilayah ruang angkasa yang cahayanya telah sempat mencapai Bumi sejak alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Ini bukan berarti alam semesta hanya sebesar itu, melainkan hanya sebesar itulah yang bisa kita lihat dari posisi kita. Di luar batas ini, cahaya dari bintang dan galaksi belum sempat menempuh perjalanan panjang menuju Bumi, sehingga kita tidak bisa mendeteksi atau mengamatinya dengan cara apapun.
Meskipun alam semesta berusia 13,8 miliar tahun, jari-jari observable universe ternyata lebih besar dari 13,8 miliar tahun cahaya. Hal ini disebabkan oleh ekspansi metrik alam semesta. Galaksi-galaksi yang kita lihat cahayanya berangkat 13,8 miliar tahun lalu kini telah jauh lebih jauh dari posisi semula karena ruang terus mengembang selama cahaya itu dalam perjalanan. Jari-jari observable universe saat ini diperkirakan sekitar 46 miliar tahun cahaya.
Konsep observable universe sangat penting dalam menjelaskan paradoks Olbers. Meskipun alam semesta mungkin tak terbatas dalam ukuran, jumlah bintang yang cahayanya bisa sampai ke kita terbatas. Galaksi-galaksi di luar batas observable universe tidak berkontribusi pada cahaya yang kita terima, sehingga langit malam tidak seterang yang diperkirakan jika alam semesta benar-benar tak terbatas dan abadi.
Batas terluar dari observable universe disebut permukaan hamburan terakhir atau cosmic microwave background, yaitu sisa radiasi dari periode awal alam semesta ketika materi pertama kali menjadi transparan terhadap cahaya sekitar 380.000 tahun setelah Big Bang. Radiasi ini terdeteksi sebagai gelombang mikro yang datang secara merata dari segala penjuru langit dan merupakan salah satu bukti terkuat teori Big Bang.
Setiap titik di alam semesta memiliki observable universe-nya sendiri yang berbeda. Makhluk hidup yang mungkin ada di galaksi yang jauh akan melihat observable universe yang berbeda sama sekali dari yang kita lihat, dengan bintang dan galaksi yang berbeda, meskipun hukum fisika yang berlaku sama. Ini mengingatkan kita bahwa perspektif kita tentang alam semesta selalu terbatas oleh posisi dan waktu kita berada di dalamnya.
Istilah Terkait