Hydrogen line atau garis hidrogen adalah frekuensi radio spesifik pada 1420,405 megahertz yang dipancarkan secara alami oleh atom hidrogen netral di seluruh alam semesta. Frekuensi ini dihasilkan ketika elektron dalam atom hidrogen mengalami perubahan spin yang sangat kecil dan melepaskan energi dalam bentuk gelombang radio. Karena hidrogen adalah elemen paling melimpah di alam semesta, frekuensi ini bisa dideteksi dari hampir mana saja di luar angkasa.
Garis hidrogen pertama kali diprediksi secara teoritis oleh astrofisikawan Belanda Hendrik van de Hulst pada tahun 1944, dan berhasil dideteksi secara eksperimental pada tahun 1951. Penemuan ini membuka era baru dalam astronomi radio karena memungkinkan para ilmuwan memetakan distribusi gas hidrogen di seluruh galaksi Bima Sakti, bahkan di balik debu kosmik yang menghalangi cahaya tampak.
Alasan frekuensi ini menjadi begitu penting dalam pencarian kehidupan ekstraterrestrial adalah sifatnya yang universal dan mudah diprediksi. Pada tahun 1959, fisikawan Giuseppe Cocconi dan Philip Morrison berargumen dalam sebuah makalah berpengaruh bahwa peradaban cerdas di mana pun di alam semesta pasti mengetahui frekuensi ini karena kelimpahannya yang tak tertandingi. Karena itu, jika ada peradaban yang ingin mengirim sinyal kepada peradaban lain, frekuensi 1420 MHz adalah pilihan yang paling logis. Argumen ini menjadi fondasi bagi program SETI dalam memilih frekuensi yang dipantau.
Sinyal Wow! yang ditangkap oleh teleskop radio Big Ear di Ohio pada tahun 1977 adalah salah satu momen paling ikonik dalam sejarah SETI. Sinyal tersebut muncul tepat pada frekuensi garis hidrogen dan memiliki karakteristik yang sangat tidak biasa. Astronomer Jerry Ehman yang menemukannya dalam data cetakan langsung menuliskan kata "Wow!" di pinggir kertas, dan nama itu melekat selamanya. Sinyal tersebut tidak pernah berhasil dideteksi kembali meski puluhan upaya dilakukan.
Hydrogen line juga memiliki nilai ilmiah jauh melampaui pencarian kehidupan. Dengan menganalisis pergeseran frekuensinya akibat efek Doppler, para astronom bisa mengukur kecepatan dan arah pergerakan awan gas di galaksi-galaksi lain. Pengukuran inilah yang menjadi salah satu bukti paling awal bahwa galaksi-galaksi berputar dengan cara yang tidak bisa dijelaskan hanya oleh materi yang terlihat, memberikan petunjuk pertama tentang keberadaan materi gelap.
|
Misteri & Konspirasi
Sinyal Radio Misterius Wow! yang Tertangkap Sejak 1977
|
Sains & Astronomi
Kenapa Langit Malam Terlihat Gelap Padahal Ada Jutaan Bintang?
|
|
Sains & Astronomi
Alam Semesta Mengembang, Tapi ke Mana?
|
Misteri & Konspirasi
Area 51: Antara Fakta Militer Rahasia dan Teori Konspirasi
|