Kubah geologis adalah struktur batuan berbentuk seperti kubah atau setengah bola yang terbentuk ketika lapisan-lapisan batuan di dalam kerak bumi terdorong ke atas secara simetris dari suatu titik pusat. Dorongan ini bisa disebabkan oleh intrusi magma dari bawah, tekanan tektonik dari samping, atau pengangkatan akibat material ringan seperti garam yang naik dari kedalaman. Hasilnya adalah tonjolan besar di permukaan bumi yang lapisan batuannya melengkung keluar dari pusat seperti kulit bawang yang mengembung.
Dalam ilmu geologi, kubah sering menjadi tempat yang menarik karena struktur lapisan batuannya yang khas. Lapisan batuan yang lebih tua biasanya berada di bagian puncak atau pusat kubah karena proses erosi mengupas lapisan yang lebih muda lebih dulu dari bagian atas. Sementara lapisan yang lebih muda tersisa di bagian tepi. Pola ini membuat kubah geologis mudah dikenali dari peta geologi maupun foto udara.
Kubah yang terbentuk dari intrusi magma yang tidak sempat menembus permukaan disebut lakolit. Magma menyusup di antara lapisan batuan sedimen dan mendorong lapisan di atasnya membentuk tonjolan. Jenis ini berbeda dengan gunung berapi yang magmanya berhasil keluar ke permukaan. Lakolit bisa menghasilkan kubah yang sangat besar dan bertahan jutaan tahun setelah magma di dalamnya mendingin dan membatu menjadi batuan beku dalam.
Salah satu contoh paling spektakuler dari kubah geologis yang terkikis adalah Struktur Richat di Mauritania. Kubah raksasa di sana terkikis selama ratusan juta tahun oleh angin dan air hingga meninggalkan cincin-cincin batuan konsentris yang kini tampak seperti mata raksasa dari luar angkasa. Contoh lain yang lebih kecil dan terkenal adalah Black Hills di South Dakota, Amerika Serikat, tempat Gunung Rushmore dipahat, yang juga merupakan sisa kubah geologis purba.
Kubah geologis juga punya nilai ekonomi yang sangat penting. Struktur berbentuk kubah di bawah tanah sering menjebak minyak bumi dan gas alam karena fluida ringan ini cenderung naik dan terperangkap di bagian puncak kubah yang tertutup lapisan batuan kedap. Banyak ladang minyak besar di dunia ditemukan justru karena geolog mencari struktur kubah di bawah permukaan menggunakan data seismik.
|
Fenomena Alam
Fenomena Alam Zhangye Danxia: Gunung Pelangi China
|
|
|
Fenomena Alam
Misteri Sungai Mendidih Amazon: Shanay-Timpishka
|