Redshift adalah fenomena di mana panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu objek tampak lebih panjang atau bergeser ke arah merah dalam spektrum cahaya ketika objek tersebut bergerak menjauh dari pengamat. Nama "redshift" atau pergeseran merah merujuk pada fakta bahwa dalam spektrum cahaya tampak, warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang. Semakin cepat suatu objek menjauh, semakin besar pergeseran panjang gelombangnya ke arah merah.
Redshift pertama kali diobservasi secara sistematis oleh astronom Amerika Vesto Slipher pada awal abad ke-20 ketika ia mengamati bahwa sebagian besar galaksi menunjukkan pergeseran garis spektralnya ke arah merah. Temuan ini kemudian dikembangkan oleh Edwin Hubble yang pada 1929 menemukan bahwa semakin jauh sebuah galaksi, semakin besar redshift-nya. Hubble menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi tersebut saling menjauh, sebuah bukti langsung bahwa alam semesta sedang mengembang.
Ada dua jenis redshift yang perlu dibedakan. Redshift Doppler terjadi karena gerakan relatif antara sumber cahaya dan pengamat, mirip dengan cara suara sirene ambulans terdengar lebih rendah nadanya ketika kendaraan itu menjauh. Sementara redshift kosmologis terjadi bukan karena objek bergerak melalui ruang, melainkan karena ruang itu sendiri mengembang dan merentangkan panjang gelombang cahaya yang menempuh perjalanan melaluinya, sebuah konsekuensi langsung dari ekspansi metrik alam semesta.
Redshift adalah salah satu alat paling penting dalam astronomi modern. Dengan mengukur besarnya redshift sebuah galaksi atau quasar, para astronom bisa menghitung seberapa jauh objek tersebut dari Bumi dan seberapa cepat ia bergerak menjauh. Redshift juga memungkinkan para ilmuwan untuk melihat ke masa lalu alam semesta, karena cahaya dari objek-objek ber-redshift tinggi menempuh perjalanan miliaran tahun sebelum sampai ke teleskop kita.
Redshift juga berperan dalam menjelaskan paradoks Olbers. Cahaya dari galaksi-galaksi yang sangat jauh mengalami redshift yang begitu besar hingga bergeser keluar dari spektrum cahaya tampak, menjadi gelombang inframerah atau gelombang radio yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Ini adalah salah satu alasan mengapa langit malam tampak gelap meskipun alam semesta dipenuhi miliaran galaksi dengan miliaran bintang di dalamnya.
Istilah Terkait
Ekspansi Metrik Paradoks Olbers Observable Universe Spektrum Elektromagnetik