Blood moon atau bulan darah adalah fenomena astronomi di mana bulan purnama tampak berwarna merah tua hingga jingga kemerahan selama gerhana bulan total. Warna merah yang dramatis ini bukan berasal dari bulan itu sendiri, melainkan merupakan hasil dari cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi sebelum jatuh ke permukaan bulan. Proses ini adalah aplikasi langsung dari rayleigh scattering, mekanisme yang sama yang membuat langit tampak biru di siang hari dan merah saat matahari terbenam.
Saat gerhana bulan total terjadi, Bumi berada tepat di antara matahari dan bulan, sehingga bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. Namun atmosfer Bumi bertindak seperti lensa raksasa yang membelokkan dan menyaring cahaya matahari ke arah bulan. Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu dihamburkan dan tersebar ke segala arah oleh molekul atmosfer, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang lebih mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bulan.
Tingkat kemerahan bulan saat blood moon bervariasi dari satu gerhana ke gerhana lainnya. Skala Danjon, yang diciptakan oleh astronom Perancis André-Louis Danjon, digunakan untuk mengukur kecerahan dan warna bulan selama gerhana total dari skala 0 yang sangat gelap hingga skala 4 yang sangat cerah dan kemerahan. Variasi ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer Bumi saat gerhana terjadi. Setelah letusan gunung berapi besar, misalnya, partikel debu di stratosfer membuat bulan tampak jauh lebih gelap dan redup.
Blood moon sering dikaitkan dengan peristiwa penting dalam berbagai tradisi dan kepercayaan di seluruh dunia. Dalam astronomi Maya kuno, gerhana bulan dipandang sebagai pertanda perubahan besar. Dalam beberapa tradisi lain, blood moon dianggap sebagai tanda bahaya atau pertanda akan datangnya bencana. Secara ilmiah, blood moon adalah fenomena astronomi yang dapat diprediksi secara akurat jauh sebelumnya dan tidak memiliki pengaruh khusus terhadap kehidupan di Bumi.
Blood moon sering kali terjadi bersamaan dengan supermoon ketika bulan berada pada titik orbitnya yang paling dekat dengan Bumi. Kombinasi ini, yang dikenal sebagai super blood moon, menghasilkan bulan merah yang tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya, menciptakan pemandangan langit malam yang luar biasa dan sangat diminati oleh para fotografer serta pengamat astronomi amatir di seluruh dunia.
Istilah Terkait
Supermoon Rayleigh Scattering Spektrum Elektromagnetik Efek Doppler